Ardian Tokotua
Jumat, 13 September 2013
Pengobatan, Penyakit
Masyarakat Indonesia umumnya mengenal diabetes sebagai penyakit kencing manis. Masyarakat percaya bahwa kencing manis dapat diobati secara tradisional (cenderung mistis), sehingga penderitanya sering tidak mendapatkan penanganan yang semestinya. Secara sederhana, diabetes mellitus dapat didefinisikan sebagai suatu penyakit kronis yang berkaitan dengan kelainan metabolik. Gangguan metabolisme membuat tubuh tidak bisa mencerna karbohidrat, lemak, dan protein secara sempurna.

Penderita diabetes memiliki kadar gula yang sangat tinggi di dalam darahnya karena insulin yang diproduksi oleh pankreas tidak mampu mencerna glukosa darah dengan baik. Prognosis diabetes sangat buruk karena penyakit ini dapat memicu masalah kesehatan lainnya, baik yang bersifat kronis maupun akut.
  • Komplikasi kronis seperti berbagai penyakit di pembuluh darah yang dapat merusak fungsi mata, ginjal, saraf, dan bahkan menimbulkan tukak diabetik pada kaki yang berakhir dengan amputasi.
  • Komplikasi akut seperti hiperglikemia (naiknya gula darah secara tiba-tiba) maupun hipoglikemia (turunnya gula darah secara tiba-tiba), yang dapat disebabkan oleh obat-obatan anti-diabetes.
Diabetes Mellitus

Oleh sebab itu, pengetahuan tentang penyebab diabetes dan tanda-tandanya dapat membantu orang-orang yang beresiko untuk menghindari atau meminimalisir faktor resiko diabetes serta mengidentifikasi penyakit ini sedini mungkin, sehingga pasien mendapatkan penanganan secara cepat.

Penyebab Penyakit Diabetes Mellitus

Faktor yang menimbulkan diabetes mellitus berkaitan dengan klasifikasi penyakit ini. Secara umum, masyarakat mengenal dua tipe diabetes, yakni diabetes tipe 1 dan tipe 2, meskipun sesungguhnya ada diabetes tipe 3.
  • Diabetes tipe 1
    Tipe ini biasanya muncul sebelum usia 30 tahun, meskipun sebagian besar kasus adalah anak-anak dan remaja. Diabetes tipe 1 disebut juga diabetes yang tergantung insulin. Penyakit ini terjadi karena tubuh tidak memproduksi insulin yang cukup (atau bahkan tidak memproduksi insulin sama sekali) untuk mencerna glukosa di dalam darah. Akibatnya, pasien tergantung kepada suntikan insulin secara berkala.

    Menurut sejumlah pakar kesehatan, rendahnya produksi insulin atau berhentinya produksi insulin bisa terjadi karena faktor lingkungan seperti infeksi yang menyerang sistem kekebalan tubuh anak-anak. Serangan virus atau kekurangan gizi dapat menghancurkan sel penghasil insulin di dalam pankreas. Kondisi ini umumnya tidak diantisipasi oleh orang tua maupun dokter. Akibatnya, ketika penyakit diabetes mellitus terdiagnosis, kondisi pasien mungkin sudah sangat buruk.
  • Diabetes tipe 2
    Penderita diabetes tipe 2 tidak tergantung kepada insulin karena tubuh tetap memproduksinya. Namun, tubuh membentuk suatu sistem kekebalan sehingga insulin tetap tidak bisa mencerna gula di dalam darah. Diabetes tipe 2 sering terjadi pada pasien di usia lebih dari 30 tahun. Penyakit ini lebih dikenal sebagai penyakit gaya hidup. Konsumsi makanan yang kaya karbohidrat dan lemak, kurang olah raga, merokok, dan stress diyakini berperan sebagai penyebab diabetes tipe 2.
  • Diabetes tipe 3
    Diabetes tipe ini juga dikenal sebagai diabetes gestasional, yakni diabetes selama kehamilan. Selama hamil, tubuh mungkin memproduksi insulin melebihi kadar normal, namun tetap tidak bisa mencerna glukosa darah secara memadai akibat produksi hormon yang resisten terhadap insulin. Akibatnya, terjadi penumpukan gula di dalam darah.

Gejala Diabetes Mellitus

Jika anda ataupun salah satu anggota keluarga mengalami gejala seperti sering buang air kecil, mudah haus meski tidak melakukan aktivitas fisik yang berat, mudah lapar namun berat badan semakin berkurang, luka yang mudah memburuk meskipun awalnya sangat kecil, dan sering kesemutan, maka anda perlu mencurigai keberadaan diabetes.

Pengobatan Diabetes Mellitus

Diabetes dianggap sebagai suatu penyakit seumur hidup. Begitu anda mengalaminya, maka anda tidak memiliki harapan untuk sembuh secara total dan yang dapat anda lakukan hanya mengurangi gejala atau memperlambat perjalanan penyakit. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, berbagai pengobatan alternatif telah dikembangkan sebagai obat herbal diabetes. Di antaranya adalah:
  • Ekstrak kulit manggis
    Ekstrak kulit manggis telah lama dikembangkan sebagai obat alternatif untuk diabetes. Kulit manggis diyakini bersifat hipoglikemik, yang berfungsi menyeimbangkan kadar glukosa di dalam darah.

    Kulit manggis juga kaya akan zat xanthone yang berperan sebagai penetralisir radikal bebas yang dapat mengganggu kerja pankreas dalam memproduksi insulin. Jika pankreas bekerja dengan baik, maka produksi insulin akan membaik, sehingga gula darah akan berkurang.

    Kandungan vitamin dan mineral di dalam kulit manggis sangat diperlukan untuk membangun sistem kekebalan tubuh dan memperbaiki sirkulasi darah, sehingga tubuh dapat memerangi penyakit dan infeksi secara alamiah.
  • Ekstrak daun sirsak
    Daun sirsak kaya akan zat-zat yang bermanfaat bagi tubuh, di antaranya fruktosa, lemak, vitamin A dan B, kalsium, fosfor, dan besi. Sifat hipoglikemiknya juga diakitkan dengan kandungan senyawa tannin, fitosterol, dan alkaloida yang berfungsi menetralisir gula di dalam darah.
  • Mahkota dewa
    Obat herbal diabetes berikutnya adalah mahkota dewa. Tanaman ini kaya akan alkaloid yang berfungsi sebagai pembunuh racun dan saponin yang berfungsi menurunkan gula di dalam darah dan mencegah terjadinya penggumpalan darah. Kandungan lainnya adalah flavonoid yang berfungsi melancarkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh serta mengurangi kolesterol.
Obat-obatan herbal untuk diabetes ini umumnya sudah tersedia dalam bentuk sediaan siap minum, seperti kaplet dan sari buah. Pengobatan alternatif menjadi pilihan yang populer untuk diabetes mellitus karena tidak menimbulkan efek samping, biayanya lebih murah, dan tingkat kepatuhan pasien untuk mengkonsumsi obat juga lebih tinggi.

Komentar